Novel

You Are You - 8

22:14 Melissa Dharmawan 0 Comments

Malam ini adalah malam ke dua bagi Jong-seok dan Yoon-bi di Seoul. Jong-seok masih mencari Yoon-bi dan Yoon-bi tidak tahu bahwa kakak angkatnya ada di Seoul.

Jong-seok menunggu Yoon-bi di pinggir sungai Han, bersama dengan Yi-an. Yi-an percaya bahwa gadis yang dia lihat semalam adalah Yoon-bi, bukan orang lain lagi.

Yoon-bi bru pulang setelah bekerja menjadi petugas kasir di sebuah cafe. Yoon-bi berjalan kaki melewati pinggir sungai Han.

Yi-an melihat gadis itu di pinggir sungai Han sedang memandang ke arah sungai sendirian. Gadis itu Yoon-na atau Yoon-bi?

Yi-an mendekayi gadis itu dan menepuk pundaknya. Yi-an memanggil gadis itu dengan nama Yoon-na, untuk memastikan apakah gadis itu Yoon-na atau bukan.

"Yoon-na!" ucap Yi-an.

Jong-seok melihat Yoon-bi dan seseorang pria yang sama seperti kemarin malam. Pria itu memanggil Yoon-bi dengan nama Yoon-na.

"Kamu lagi? Aku tidak kenal denganmu dan Yoon-na!" ucap Yoon-bi sambil menepis tangan Yi-an yang ingin menyentuh tubuhnya.

"Kamu bukan Yoon-na?" tanya Yi-an.
"Pergi dariku!" ucap Yoon-bi.
"Kamu pasti Yoon-na kan? Sikapmu selalu dingin seperti itu," ucap Yi-an.
"Jangan sentuh aku! Aku bukan temanmu!" ucap Yoon-bi.
"Kamu bukan Yoon-na? Apakah kamu adalah Yoon-bi?" tanya Yi-an.
"Yoon-bi!" ucap Jong-seok.
"Hyung?" ucap Yoon-bi kaget.

Yoon-bi berjalan ke arah Jong-seok dan Jong-seok memeluk adik angkatnya itu. Yi-an kaget. Sejak kapan Yoon-bi punya kakak?

"Kamu baik-baik saja? Ayo, eomma menunggumu di rumah. Tidak seharusnya kamu kabur dari rumah seperti ini!" ucap Jong-seok kepada Yoon-bi.
"Mianhae, tapi aku belum ingin pulang. Semuanya sulit bagiku," ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi, siapa pria itu?" tanya Jong-seok.
"Aku tidak tahu," jawab Yoon-bi.
"Kamu siapa?" tanya Jong-seok kepada Yi-an.
"Baek Yi-an, teman lama Yoon-bi," ucap Yi-an.
"Teman lama? Dia bilang, dia tidak mengenalmu," ucap Jong-seok.
"Jangan dekati aku!" ucap Yoon-bi.
"Ada apa ini? Yoon-bi, apakah kamu benar-benar tidak mengingatku?" tanya Yi-an.
"Ani! Ini baru kedua kalinya aku pergi ke Seoul," ucap Yoon-bi.
"Mwe? Apa kamu sudah melupakan semuanya?" tanya Yi-an.
"Yi-an, mari kita bicara dulu," ucap Jong-seok.
"Aku ingin pulang sekarang," ucap Yoon-bi.

Yoon-bi, Jong-seok, dan Yi-an berjalan bertiga menuju tempat tinggal Yoon-bi di Seoul. Setelah melihat Yoon-bi memasuki rumah itu, Jong-seok dan Yi-an mengobrool sebentar di depan tempat tinggal Yoon-bi.

"Kamu kakaknya Yoon-bi?" tanya Yi-an.
"Kakak angkat," ucap Jong-seok.
"Benarkah? Syukurlah, dia baik-baik saja!" ucap Yi-an.
"Eomma mengadopsinya sebulan yang lalu," ucap Jong-seok.
"Kalian tinggal dimana?" tanya Yi-an.
"Di Seoul. Yoon-bi sangat malang sekali," ucap Jong-seok.
"Kenapa?" tanya Yi-an.
"Ibu panti mengatakan bahwa Yoon-bi ditemukan sehabis kecelakaan di jalan menuju Incheon dari Seoul. Dia mengalami amnesia. Dia hanya ingat siapa namanya. Selain itu, dia tidak ingat," ucap Jong-seok.
"Mwe? Pantas, dia tidak mengenalku," ucap Yi-an.
"Kamu temannya dia?" tanya Jong-seok.
"Ya, temannya sewaktu sekolah dasar kelas satu sampai kelas tiga. Setelah itu, dia hilang setelah mendengar bahwa kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal," ucap Yi-an.
"Jadi, dia pernah tinggal di Seoul?" tanya Jong-seok.
"Ye! Dia juga punya saudara kembar, namanya Yoon-na," ucap Yi-an.
"Oh," ucap Jong-seok.
"Apa yang terjadi dengannya di Incheon? Aku dengar, dia ada di Seoul karena melarikan diri dari rumah," tanya Yi-an.
"Dia dikeluarkan dari sekolah karena dituduh melakukan kejahatan dengan salah satu siswa. Padahal, dia dibully oleh orang itu," ucap Jong-seok.
"Apakah Yoon-bi ingin pindah ke Seoul selamanya?" tanya Yi-an.
"Entahlah. Cepat atau lambat dia akan tinggal di Seoul, karena eomma ingin menikah lagi dengan pria yang tinggal di Seoul," ucap Jong-seok.
"Oh," ucap Yi-an.
"Aku ingin kembali ke hotel. Sampai bertemu lagi!" ucap Jong-seok.
"Tunggu!" ucap Yi-an.
"Ada apa?" tanya Jong-seok.
"Tolong jaga Yoon-bi baik baik! Aku sayang dengannya, tapi dia tidak mengenalku lagi," ucap Yi-an.
"Ye!" jawab Jong-seok.

***

Seminggu kemudian

Yoon-bi kembali ke rumahnya di Incheon. Setelah berkali-kali ibu angkatnya memohon, akhirnya Yoon-bi kembali ke Incheon.

"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Kyo Eun-ri.
"Aku ingin sekolah di Seoul," ucap Yoon-bi.
"Kenapa?" tanya Kyo Eun-ri.
"Aku merasa bahwa Seoul sudah sangat familiar bagiku. Aku ingin mencari siapa diriku sebenarnya," ucap Yoon-bi.
"Bulan depan eomma akan menikah. Pernikahan dipercepat. Apakah kamu mau tinggal dengan appa mulai besok?" tanya Kyo Eun-ri.
"Sepertinya asik, apalagi aku akan punya teman mengobrol baru," ucap Yoon-bi.
"Eomma, tolong pindahkan aku ke sekolah yang sama dengan Yoon-bi," ucap Jong-seok.
"Mwe?" tanya Kyo Eun-ri.
"Aku ingin melindungi Yoon-bi. Aku tidak ingin dia tersakiti lagi," ucap Jong-seok.
"Baiklah, nanti akan ku urus. Berkemaslah, besok kalian akan pergi ke Seoul," ucap Kyo Eun-ri.

Yoon-bi dan Jong-seok pergi ke kamar masing-masing dan berkemas. Eomma tidak berkemas-kemas karena eomma masih tinggal di Incheon sampai hari pernikahan. Beliau ingin mengurus kepindahan butik miliknya ke Seoul.

***

Yoon-bi dan Jong-seok sudah tiba di Seoul menaiki mobil milik ibunya. Mereka sudah ada di depan sebuah rumah besar.

"Nah, kalian berdua turun duluan saja! Eomma ingin menelepon salah satu karyawan butik," ucap Kyo Eun-ri.

Yoon-bi dan Jong-seok turun dari mobil dan berdiri di depan pagar rumah itu. Jong-seok menekan bel dan calon ayah mereka membuka pintunya.

"Annyeohaseo!" ucap Yoon-bi kepada calon ayah barunya.
"Silahkan masuk!" jawab Gi Nam-soo.

Yoon-bi dan Jong-seok duduk di sofa yang terletak di ruang tamu. Sang pelayan membawakan dua gelas air meineral untuk mereka berdua.

"Yoon-na, ada tamu!" ucap Gi Nam-soo.

Jong-seok kaget mendengar nama itu. Bukankah Yoon-na adalah nama saudara kembar Yoon-bi?

"Ada apa appa...?" ucap Yoon-na kaget saat melihat Yoon-bi.

Yoon-bi kaget sekali melihat sosok Yoon-na. Dia heran, kenapa gadis itu wajahnya mirip dengan wajahnya. Yoon-bi tidak tahu bahwa dia punya saudara kembar.

"Ini, Yoon-bi dan Jong-seok, saudaramu dari calon ibu tirimu," ucap Gi Nam-soo.
"Yoon-bi? Yoon-bi! Aku kangen sekali," ucap Yoon-na.
"Kamu kenal dengan Yoon-bi?" tanya Gi Nam-soo.
"Yoon-bi? Kamu masih hidup? Kamsahamnida!" ucap Yoon-na.
"Yoon-na, ada apa?" tanya Gi Nam-soo.
"Aku susah-susah mencari saudara kembarku yang hilang, ternyata.... dia diadopsi oleh calon ibuku," ucap Yoon-na.
"Gi Yoon-na! Kamu punya saudara kembar?" tanya Gi Nam-soo.
"Ye, appa! Dia menghilang sewaktu mendengar bahwa kedua orang tua kami meninggal," ucap Gi Yoon-na.

Yoon-bi memegang tangan Yoon-na dan ingin memeluknya. Anehnya, Yoon-bi tidak mengenalinya dan menepis tangan Yoon-na.

"Mianhae! Aku tiak kenal kamu dan jangan mendekatiku seperti itu!" ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi? Ini aku, Yoon-na. Kamu tidak ingat?" tanya Yoon-na sambil menangis.
"Kamu siapa? Aku tidak punya saudara," ucap Yoon-bi.
"Aku ini saudara kembarmu. Kamu punya saudara," ucap Yoon-na.
"Aku tidak tahu," ucap Yoon-bi.
"Tidak apa-apa kalau kamu sidah melupakanku. Mari memulai hari baru. Kenalkan, aku Yoon-na. Anggap saja kita baru kenalan dan kita baru menjadi saudara," ucap Yoon-na sambil meneteskan air mata.

Yoon-bi diam saja, Yoon-na kesal dan berlari ke atas, lalu masuk ke dalam kamarnya. Yoon-na memang sering menyendiri di dalam kamar kalau sedang kesal.

"Maafkan Yoon-na, dia memang begitu kalau sedang kesal," ucap Gi Nam-soo.
"Tidak apa-apa," jawab Jong-seok.

Eomma masih tidak percaya kalau Yoon-bi dan Yoon-na adalah saudara kandung. Lebih kagetnya lagi, Yoon-bi masih tidak mengingat tentang Yoon-na dan terjadi kekacauan hari ini.

***

[Gi Yoon-na]
Hari ini Yoon-bi datang ke rumahku.

[Baek Yi-an]
Benarkah? Ada apa dengannya sampai dia ke rumahmu?

[Gi Yoon-na]
Ternyata, dia adalah anak adopsi dari calon ibuku. Aku menyesal sudah marah kepada appa dan mengatakan bahwa aku lebih nyaman tidak punya saudara baru.

[Baek Yi-an]
Aku ingin bertemu dengannya!

[Gi Yoon-na]
Dia aneh. Dia tidak mengenaliku sama sekali

[Baek Yi-an]
Dia mengalami amnesia. Aku mendengarnya dari kakaknya.

[Gi Yoon-na]
Mwe?

BERSAMBUNG.....

0 komentar: