Novel

You Are You - 10

23:15 Melissa Dharmawan 0 Comments

"Yoon-bi, kamu baik-baik saja?" tanya Yoon-na sambil memberesan tumpukan buku di atas meja belajarnya.
"Aku baik-baik saja," ucap Yoon-bi.
"Kamu tidak ingin pindah sekolah atau melapor ke guru Kim?" tanya Yoon-na.
"Ani! Aku tidak mau dikeluarkan dari sekolah untuk yang ke dua kalinya," ucap Yoon-bi.
"Kamu itu tidak salah! Kepala sekolah harus tahu kalau Hye-jin jahat," ucap Yoon-na.
"Entahlah, aku merasa bahwa aku tidak ingin dikeluarkan dari sekolah," ucap Yoon-bi.

Yoon-na melanjutkan kerjaannya. Yoon-bi hanya berbaring di atas kasur. Yoon-na memnag terlihat lebih rajin dalam merapihkan meja, tapi Yoon-bi lebih pintar di kelas dibandingkan dengan Yoon-na.

"Yeoboseo?" ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi, saeng-il chughahabnida! Mianhae, tadi aku tidak masuk sekolah karena aku mengurusi untuk perlombaan bulutangkis dua minggu lagi," ucap Yi-an.
"Gomawo! Kamu sudah memberi ucapan pada Yoon-na?" ucap Yoon-bi.
"Tadi sewaktu kamu lagi mandi, aku meneleponnya," ucap Yi-an.
"Oh," jawab Yoon-bi.
"Yoon-bi, mau jalan-jalan?" tanya Yi-an.
"Ye!" ucap Yoon-bi.

Yoon-bi mengganti bajunya dan keluar dari kamarnya. Jong-seok yang sedang membaca buku di sofa melihat Yoon-bi berjalan meuju pintu rumah.

"Mau jalan-jalan?" tanya Jong-seok.
"Mmm... Yi-an meneleponku," ucap Yoon-bi.
"Kamu tidak ingin mencoba masakanku? Aku memasaknya karena hari ini adalah hari ulang tahunmu," ucap Jong-seok.
"Hyung makan saja dengan Yoon-na," ucap Yoon-bi.

Yoon-bi langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Jong-seok di ruang tengah.

***

"Yoon-bi, kamu baik-baik saja?" tanya Yi-an
"Ye! Aku bisa menghadapi semua itu," ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi!" ucap Yi-an sambil berdiri di depan badan Yoon-bi.
"Mwe?" tanya Yoon-bi.
"Aku ingin jadi pelindungmu!" ucap Yi-an kepada Yoon-bi.
"Wae?" tanya Yoon-bi.

Yi-an membelai pipi Yoon-bi yang diam-diam basah selama mereka berjalan bersama di pinggir sungai Han. Yoon-bi hanya menatap Yi-an dan bingung.

"Karena.... Karena aku sayang kamu. Selama ini, hanya aku yang tidak pernah berpikir bahwa kalu meninggal. Aku selalu berpikir bahwa kamu baik-baik saja dan kita masih bisa bertemu. Aku sayang kamu sejak dulu," ucap Yi-an sambil mentapa Yoon-bi.
"Yi-an, aku tidak bisa menerima perasaanmu sekarang," ucap Yoon-bi.
"Wae?" tanya Yi-an.

Yoon-bi berpikir sejenak. Dia tidak tahu ingin mengatakan apa. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.

"Mmm.. Aku hanya siswa pindahan yang pernah dibully. Tidak ada yang spesial dengan diriku. Bahkan, aku tidak pernah berpikir mengenai jatuh cinta. Lalu, bagaimana dengan Yoon-na?" tanya Yoon-bi.

Yoon-bi menyadari bahwa dia salah bicara. Dia tidak ingin mengatkaan bahwa saudara kembarnya menyukai Yi-an karena, sebenarnya Yoon-bi mulai tertarik dengan Yi-an.

"Aku dan Yoon-na tidak ada perasaan apa-apa. Yoon-bi...." ucap Yi-an.

Yi-an memegang kedua pundak Yoon-bi dan menghapus air matanya. Setelah itu, Yi-an menggenggam tangan Yoon-bi dan mengajaknya berjalan sebentar.

"Yoon-bi," ucap Yi-an.
"Mwe?" tanya Yoon-bi.

Yi-an berdiri di depan Yoon-bi dan memegang wajah Yoon-bi, lalu menciumnya. Yoon-bi kaget. Yoon-bi tidak menyangka bahwa Yi-an sangat menyukainya sejak kecil. Yoon-bi tidak mengingat masa kecilnya bersama Yi-an, sehingga Yoon-bi sangat bingung. Baginya, Yi-an hanyalah teman yang baru dikenalnya dalam satu bulan ini.

Jong-seok berdiri di pinggir sungai Han sendirian. Jong-seok tak sengaja melihat Yoon-bi dan Yi-an sedang ada di pinggir sungai Han. Jong-seok kaget saat melihat Yi-an mencium Yoon-bi.

"Ne... Nega Joa..." ucap Yi-an.

Jong-seok mendengar kaliamt itu dan kaget. Jong-seok langsung berlari menuju rumah dan duduk di sofa di lantai 1.

"Hyung, kenapa resah seperti itu?" tanya Yoon-na saat sedang membersihkan piring dan gelas di meja dapur.
"Yoon-bi..." ucap Jong-seok.
"Mwe? Ada apa dengan Yonn-bi?" tanya Yoon-na penasaran.
"Yi-an mencium Yoon-bi," ucap Jong-seok.
"Mwe?" ucap Yoon-na. Yoon-na kaget dan dia tidak melanjutkan kerjannya untuk mengelap semua piring yang basah.
"Yoon-na, kamu baik-baik saja?" tanya Jong-seok.

Yoon-na langsung berjalan menuju tangga dan naik ke lantai atas. Jong-seok berjalan menuju meja dapur dan melanjutkan pekerjaan Yoon-na yang tidak diselesaikannya.

BERSAMBUNG.....

0 komentar: