Novel

You Are You - 7

22:23 Melissa Dharmawan 0 Comments

Seoul

Yoon-bi sudah tiba di Seoul. Yoon-bi keluar dari stasiun bis dan berjalan kaki. Yang pertama dia lakukan adalah mencari pekerjaan dan tempat tinggal sementara untuk beberapa waktu.

Saat sedang berjalan kaki, tiba-tiba Yoon-bi melihat ada papan bertulisan "yeoja ui hasugjib/" didepan sebuah rumah sederhana. Yoon-bi langsung mengetuk pintu dan pemiliknya membukakan pintunya.

"Silahkan masuk!" ucap pemiliknya.
"Saya ingin tinggal disini. Masih ada kamar kosong?" tanya Yoon-bi.
"Ada, masih ada satu kamar kosong. Kamu bisa langsung menempatinya hari ini," ucap pemiliknya.
"Ah, kamsahamnida!" ucap Yoon-bi.

Yoon-bi langsung masuk ke dalam kamar kosong itu. Kamar itu tidak sebesar kamarnya di rumah ibu angkatnya. Kamar itu lebih sempit.

Yoon-bi memutuskan untuk berkeliling kota Seoul untuk menikmati pemandangan. Kebetulan, hasugjib yang ditempatinya itu dekat dengan sungai Han, sehingga Yoon-bi bisa mampir ke situ.

Yoon-bi melihat pemandangan sungai Han. Yoon-bi merasa familiar dengan pemandangan itu. Apakah dirinya sering ke sungai Han sewaktu masih kecil?

***

Yoon-na sedang tidak mood keluar rumah hari ini. Yi-an terpaksa jalan-jalan sendiri dan menuju ke sungai Han.

Yi-an melihat Yoon-na sedang ada di sungai Han. Kenapa Yoon-na tidak mau keluar rumah, tapi dirinya sudah ada di pinggir sungai Han lebih dulu?

"Yoon-na!" ucap Yi-an.

Gadis itu tidak memberi pandangan kepada Yi-an.

Yi-an berjalan mendekati gadis itu dan memeluknya dari belakang. Yoon-bi kaget dan langsung melepaskan pelukan aneh itu dan berjalan mundur.

"Mianhae, jangan peluk aku! Aku tidak kenal kamu!" ucap Yoon-bi.
"Yoon-na, aku ini Yi-an. Kamu kan tahu kalau aku selalu melewati sungai Han pada malam hari," ucap Yi-an.
"Mianhae, aku tidak punya teman dengan nama Yi-an," ucap Yoon-bi sekali lagi.

Yoon-bi langsung berlari sekencang-kencangnya. Bisa-bisanya ada pria yang tidak dikenalnya langsung memeluknya dari belakang tubuhnya tanpa berkenalan dulu.

Yi-an berlari mengejar gadis itu, tapi gadis itu sudah naik bis lebih dulu. Akhirnya, Yi-an berlari ke arah rumah Yoon-na untuk menunggunya.

Yi-an sudah berdiri selama sepuluh menit di depan pagar rumah Yoon-na, tapi Yoon-na tetap belum sampai di depan rumah. Yi-an menelepon Yoon-na.

"Yoon-na! Kamu dimana?" tanya Yi-an.
"Yi-an! Aku sudah bilang kalau aku ada di kamarku," ucap Yoon-na.
"Mwe? Kamu tidak lagi bercanda kan? Aku melihatmu di pinggi sungai Han barusan," ucap Yi an.
"Mwe? Aku belum melewati sungai itu, tapi kamu melihatku disana," ucap Yoon-na.
"Aku tidak mungkin salah! Kamu beberapa kali marah-marah di hadapanku dan tadi kamu memarahiku seperti biasa," ucap Yi-an.
"Aku tidak bercanda. Aku tidak keluar rumah malam ini," ucap Yoo-na.
"Tapi aku melihatmu disana! Apa jangan-jangan....." ucap Yi-an.
"Apa?" tanya Yoon-na.
"Apakah dia adalah Yoon-bi?"
"Yoon-bi? Kalau benar orang yang kamu lihat adalah Yoon-bi, aku pasti bahagia karena dia masih hidup dan sehat. Aku kira, dia menghilang atau sudah meninggal, karena ada yang bilang bahwa dia pernah kecelakaan," ucap Yoon-na.
"Tapi, gadis tadi tidak mengenaliku. Dia bilang, dia tidak kenal orang dengan nama Yi-an," ucap Yi-an.
"Kalau dia adalah Yoon-bi, seharusnya dia mengenalimu, karena kalian dekat sekali, lebih dekat dari pada aku dan kamu waktu masih kecil," ucap Yoon-na.
"Aku berharap bahwa gadis itu adalah Yoon-bi dan aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin mengejar cinta pertamaku yang selalu aku tunggu," ucap Yi-an.

Yoon-na kaget setelah mendengar perkataan Yi-an. Yoon-na terdiam dan tidak menjawab perkataan Yi-an di telepon. Selama ini, Yoo-na jatuh cinta dengan Yi-an semenjak masuk sekolah menengah atas. Sayangnya, Yi-an tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukai Yoon-na.

"Yoon-na?" tanya Yi-an.
"Mianhae, aku ngantuk," ucap Yoon-na.
"Oke, kamu tidur saja. Sampai bertemu besok di sekolah!" ucap Yi-an.

***

Jong-seok membuat daftar berisi beberapa hasugjib di dekat pusat keramaian kota yang mungkin ditempati oleh Yoon-bi. Jong-seok sudah mengunjungi dua tempat, tapi tidak ada oran bermana Lee Yoon-bi yang tinggal disana.

"Yoon-bi!" ucap Jong-seok dalam hati.

Jong-seok melihat seseorang mirip Yoon-bi sedang berjalan memasuki sebuah rumah yang kelihatannya bagus, bukan seperti hasugjib.

"Ah, tidak mungkin dia Yoon-bi. Yoon-bi tidak punya rumah di Seoul," ucap Jong-seok.

Jong-seok menuju halte bis dan hendak menuju daerah dekat sungai Han. Di sana ada hasugjib khusus untuk perempuan.

Sesampainya di depan sungai Han, Jong-seok melihat Yoon-bi. dia tidak mungkin salah lagi. Itu pasti Yoon-bi. Tas yang dipakainya sama dengan tas yang dimiliki Yoon-bi. Anehnya, ada seorang laki-laki yang memeluknya dari belakangnya. Samar-samar, Jong-seok mendengar percakapan Yoon-bi dengan pria itu.

"Mianhae, jangan peluk aku!" ucap Yoon-bi.

 Jong-seok tidak jadi memanggil adiknya itu. Jong seok berdiri menghadap sungai dan menangis. Pertama, dia bahagia karena dia sudah menemukan adiknya. Kedua, dia sedih karena ada laki-laki yang memeluknya, seolah mereka sudah saling mengenal sebelumnya.

BERSAMBUNG.....

0 komentar: