Novel

Elegi Hati 2 - Inikah Cinta Dadakan?

21:40 Melissa Dharmawan 4 Comments

Sore ini aku tak ada kegiatan apapun. Sejak pulang sekolah tadi, aku hanya bermain tetris di HP ku. Aku tak peduli apakah aku terus bertemu dengan tulisan GAME OVER atau tidak.

Tiba-tiba, ada sebuah SMS yang masuk ke HPku saat sedang asik bermain tetris. Aku penasaran dan segera membuka isi SMS tersebut. Aku hanya kaget sesaat setelah membaca isi SMS itu. Ternyata ada SMS dari Nick.

OMG! Kenapa kak Nick SMS aku?!?!?” ucapku dalam hati.

Aku sedikit was-was. Aku tidak ingin ketahuan orang lain kalau aku di kejar Nick. Tentu akan menjadi gosip sekolah jika mereka semua tau. Nick itu terkenal dengan keanehannya. Aneh....

Nick
Hai, lagi apa?
Sent 13.30


Sebenarnya, aku penasaran sama sifat asli Nick. Apakah dia memang aneh dan nyebelin, atau sebaliknya. Memang, sudah banyak gossip miring tentang Nick, tapi aku tetap harus berpikit positif. Semoga dia orang yang baik.

Aku langsung membalas SMS itu. Setelah dibalas, langsung Nick mambalas lagi. Begitu seterusnya sampe sore.

Tiba-tiba aku berniat untuk pergi ke rumah Dita untuk menghilangkan kebosenanku. Entah mau ngapain disana, yang penting bisa ketemu temen.

Rumah Dita terletak pada jalan yang sama dengan rumahku, sehingga aku sering pergi ke rumah Dita kalau ada waktu senggang atau kalau ingin mengerjaan PR berdua. Dita bisa diandalkan dalam mengerjakan PR (bukan mau mencontek lho!)

Sebelum aku membuka pintu pagar rumah, aku membalas SMS Nick lagi. Aku berusaha untuk berhenti SMS dia sejenak, karena niat awalku hanya untuk mengetahui sifat asli Nick, bukan maksud lain.

Mika
Sudah dulu ya, aku mau ke rumah tetanggaku dulu.
Sent 15.10


Nick
Oke.. Ati-ati ya Mik…
Sent 15.12


Sesampainya di depan rumah Dita, aku langsung memanggil namanya dengan suaraku yang dibilang cempreng oleh beberapa teman di sekolah.

“Ditaaaaaaaa…..” teriak aku dari depan rumah Dita.
“Eh buset Mik suaramu …. Ayo masuk!” jawab Dita.
“Eh Dit, tadi Nick kirim SMS ke aku,” ucapku padanya.
“Serius? Kok bisa?” Tanya Dita.
“Itu tuh, gara-gara dia minta nomer HPku kemarin. Kamu inget kan?” Tanyaku.
"Iya, aku inget kok, kan kamu kemarin cerita ke aku lewat SMS," jawab Dita.
"Hmmm..." ucapku.
“Cie… sms-an… hahaha,” jawab Dita sambil ketawa.
“Ih, kok Dita malah bilang gitu?”

Sambil menonton drama Korea bersama di ruang tamu rumah Dita, aku sesekali melihat layar HPku. Takutnya, ada SMS penting dari orang tuaku.

Ada 1 SMS yang baru saja masuk ke HPku. Setelah ku buka, aku hanya menjawab 'OK' karena kau sedang asik menonton drama Korea. Aku malas membaca isi SMSnya.

Setelah selesai nonton drama Korea, aku membaca lagi isi SMS itu. Ternyata Nick SMS aku, dan aku sangat sangat sangat sangat kaget. Aku salah jawab SMSnya. Aku kira dari orang lain dan kalaupun aku nyadar kalau dari Nick, aku tidak menyangka bahwa isinya akan seperti itu.

Nick
Mik…
Aku suka sama kamu. Sebenarnya, aku udah lama suka sama kamu. Kamu cantik dan imut.
Mau ga jadi cewekku? Jawab ya... :)

Sent 16:10


Aku hanya terdiam. Aku bingung musti ngapain. Secara status, aku tidak sengaja menerima ajakan Nick, tapi secara hati, aku tidak benar-benar menerimanya. Aku hanya berbohong lewat kata-kataku. Aku bisa saja mengecewakan dia jika aku mengatakan bahwa aku salah ketik atau bilang kalau aku salah kirim SMS ke nomor HP dia.

“Mik, kamu kenapa sih? Kok bengong gitu? Nanti kesambet loh,” Tanya Dita.
“Dit… aku bodoh banget! Aku ceroboh,” ucapku.
“Lho Mik, kenapa?” Tanya Dita.
“Aku tadi gak sengaja jawab 'oke' pas ada SMS yang masuk. Ternyata, itu SMS dari Nick. Dia nemmm….” Jawabku bingung.
“Nem... tuh apaan Mik? Nembak ya? Apa??? Dia nembak kamu? Serius? Kamu gak becanda kan?” jawab Dita kaget.
"Iya Dit. Tadi kan aku lagi serius banget nonton drama Koreanya. Eh, aku jawab aja 'oke'. Takutnya, yang kirim SMS itu nungguin kapan kau baca SMSnya. Aku kira dari temen atau siapa gitu. Gak taunya dari Nick," ucapku.
“Ehmmm jadi kalian jadian dong? Cie… ahahaha,” jawab Dita.
“Dit, kok malah ketawa? Gimana ini? Masa tiba-tiba aku diem aja? Gimana dong?” Tanyaku dengan panik dan bingung.
“Sebenernya… kamu senang kan? Ngaku aja lah…” Ucap Dita.
"Entah, aku sebenernya belum siap juga. Apa cinta itu datangnya mendadak? Apa aku harus menjalani semua ini? Bagaimana kalau aku hanya mengecewakan dia?" jawabku.
"Ah, yasudah, jalani aja Mik!" jawab Dita.

***

Nick
Hai cantik, lagi ngapain?
Sent 17.00

Membaca SMS itu, aku jadi berpikir untuk kedua kalinya. Apakah aku harus jujur padanya, tetap jalani apa adanya, atau mundur perlahan tanpa mengatakan yang sebenarnya? Aku bingung harus bagaimana. Sungguh, ini diluar dugaanku. Lagipula, aku belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta yang sesungguhnya.

Setelah berpikir selama hampir setengah jam, akhirnya ku putuskan untuk menganggap Nick sebagai teman, seperti tak ada apa-apa. Toh Nick gak akan curiga padaku. Aku gak mau terlalu perhatian, karena sesungguhnya, ini diluar kemauanku.

Aku meletakkan HPku diatas meja kamar dan langsung membaca majalah. Mungkin karena aku tidak membalas SMS dia, Nick meneleponku.

Tanpa berpikir panjang, aku angkat telepon darinya, daripada dia tambah curiga kepadaku.

“Mik.. lagi apa?” Tanya Nick.
“Lagi baca majalah nih,” jawabku singkat.
“Mik…yang tadi itu serius? Kamu kok setelah itu gak bales SMSku lagi?”

"Mmmm..."
Tut…


Telepon terputus. Aku bingung mau bilang apa. Aku takut. Aku takut akan dimusuhi banyak orang jika aku berkata yang sebenarnya.

Nick meneleponku untuk yang kedua kalinya dan aku tidak menjawab telepon itu. Aku terus membaca majalahku tanpa mempedulikannya. Nick terlalu mendekatiku, sedangkan aku tetap menjaga jarak.

Dari luar kamar, mamaku tampak bingung. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Pasti mamaku bingung kenapa aku gak pernah angkat telepon dari Nick.

***

Untuk menghabiskan malam yang penuh keresahan ini, aku keluar dari kamarku dan menuju ke ruang tengah, dimana piano terletak. Aku langsung memainkan sebuah lagu sambil bernyanyi.

If you want me, I must be doing something right.
I got nothing left to prove and it's all because of you.
So if you need me, and baby I make you feel alive.
I know I must be doing, doing something right.

Westlife - Something Right

Setelah aku selesai memainkan sebuah lagu, aku menuju kamarku dan aku mematikan HPku, lalu aku istirahat di ranjang kesayanganku. Aku tidak mau menjadi semakin terbebani oleh masalah ini.

"Inikah cinta dadakan?"

BERSAMBUNG.....

4 comments: