Perasaan

21:37 Fu Xue Mei 0 Comments

Tidak ada oarang yang bisa tahu dengan persis apa yang akan terjadi pada dirinya. Kita tidak pernah tahu apakah besok kita akan bertemu dengan siapa di tengah jalan (kecuali sudah janjian). Apakah kita akan bertemu teman dekat, teman lama, teman baru, tetangga, bahakan kita juga tidak tahu apakah kita batal bertemu dengan orang yang sudah membuat janji kepada kita sebelumnya.

Sama seperti apa yang pernah aku alami beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, aku sudah membuat janji untuk bertemu dengan seorang teman yang tinggal cukup jauh dengan tempatku sehari-hari beraktivitas. Kami membuat janji untuk bertemu dua minggu kemudian. Segala hal sudah aku rencanakan mulai dari menyambut kedatangannya, mengajak makan siang bersama, bahkan mengajaknya berkeliling menggunakan transportasi umum. Semuanya sudah aku pikirkan baik-baik.

Tapi, seminggu kemudian setelah kami membuat janji, dia bertanya kepadaku "Hei, apakah hari ini kita jadi bertemu disana?"

Dengan perasaan terkejut aku membaca pesan singkat itu darinya. Aku berpikir sejenak. Bukankah kami telah membuat janji untuk minggu depan? Lalu, mengapa dia berpikir bahwa kami akan bertemu hari itu?

Aku kecewa. Hatiku hancur. Ternyata, telah terjadi kesalahpahaman diantara kami berdua. Temanku menganggap kalau aku dan dia akan bertemu hari itu. Padahal, aku mengatakan untuk bertrmu dengannya seminggu kemudian dan ternyata, dia tidak bisa datang seminggu kemdian dan aku tidak bisa bertemu dengannya hari itu.

Kita tidak pernah tahu bagaimana nasib kita di kemudian hari. Tapi, kita dapat menentukan nasib kita hari ini agar sesuatu hal baik dapat terjadi di kemudian hari.

0 komentar: