Novel

You are You - 5

22:19 Melissa Dharmawan 0 Comments

Incheon, seminggu kemudian.

"Eomma, tidak pergi ke butik?" tanya Yoon-bi.
"Hari ini eomma ingin menjemputmu. Maukah kita menghabiskan waktu bersama?" tanya Kyo Eun-ri.
"Ye!" ucap Yoon-bi.

Hari ini ibu Yoon-bi sengaja menjemput anaknya itu untuk menghabiskan waktu bersama. Ibu angkat Yoon-bi dan Yoon-bi pergi ke salon untuk creambath bersama.

Ibu angkat Yoon-bi senang melihat anaknya itu senang. Ibu angkat Yoon-bi tidak ingin anaknya disakiti oleh orang lain, seperti dibully oleh beberapa teman-temannya.

"Kamu senang?" tanya Kyo Eun-ri.
"Ye!" jawab Yoon-bi.
"Sebentar, eomma ke kasir dulu," ucap Kyo Eun-ri.

Yoon-bi dan ibu angkatnya itu memasuki mobil dan sudah selesai dari aktivitas di salon. Ibu angkatnya mengecek isi tasnya dan menyadari bahwa ada barang yang tertinggal.

"Yoon-bi, sepertinya tas makeup eomma tertinggal di butik," ucap Kyo Eun-ri.
"Eomma ingin mengambilnya?" tanya Yoon-bi.
"Ye!" ucap Kyo Eun-ri.

Kyo Eun-ri mengendarai mobilnya menuju butik miliknya untuk mengambil alat make-up yang tertinggal disana. Yoon-bi penasaran seperti apa butik yang dimiliki oleh ibu angkatnya itu.

"Bukankah itu mobil calon ayah angkatmu?" ucap Kyo Eun-ri saat melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan butik.

Ibu Yoon-bi dan Yoon-bi turun dari mobil mobil dan masuk ke dalam butik. Di sana, sudah berdiri seorang pria berpakaian rapih yang menunggu ibu Yoon-bi.

"Gi Nam-soo, sedang apa disini?" tanya Kyo Eun-ri.
"Aku ingin bertemu denganmu. Apa itu salah?" tanya Gi Nam-soo.
"Yoon-bi, ini adalah calon ayahmu," ucap Kyo Eun-ri.
"Annyeohaseo! Nama saya Yoon-bi," ucap Yoon-bi di hadapan calon ayah angkatnya.
"Annyeohaseo," ucap Gi Nam-soo.
"Ada apa? Kenapa bingung seperti itu?" tanya Kyo Eun-ri kepada Gi Nam-soo.
"Wajah dia mirip dengan anakku," ucap Gi Nam-soo.
"Benarkah? Ah, mungkin ada bagian tertentu yang memang kelihatan mirip," ucap Kyo Eun-ri.
"Mau pergi makan malam?" tanya Gi Nam-soo.
"Ayo," ucap Kyo Eun-ri.

***

Yoon-bi pergi makan malam dengan ibu angkatnya dan calon ayah angkatnya. Ibu angkatnya menceritakan tentang Yoon-bi kepada calon ayah angkatnya.

"Yoon-bi adalah anak yang aku adopsi dua minggu yang lalu. Aku ingin punya anak perempuan," ucap Kyo Eun-ri.
"Maaf tidak mengatakan yang sebenarnya. Anak perempuanku adalah anak angkat. Aku mengadopsinya lima tahun yang lalu, saat aku pikir bahwa aku ingin punya anak perempuan," ucap Gi Nam-soo.
"Siapa namanya?" tanya Kyo Eun-ri.
"Gi Yoon-na," ucap Gi Nam-soo.
"Kenapa kamu tidak mmbawanya kemari?" tanya Kyo Eun-ri.
"Dia bukan tipe orang yang senang acara makan malam bersama orang yang dia tidak kenal. Dia lebih sering makan sendiri atau pergi makan malam dengan teman dekatnya. Yah, kamu tahu kalau aku sibuk. Aku senang mendengar bahwa kamu punya anak kandung dan anak angkat. Semoga Yoon-na bisa mengatur emosi dengan kehadiran saudara baru. Aku rasa, dia bersikap seperti itu karena aku sering membiarkannya sendiri di rumah," ucap Gi Nam-soo.
"Aku akan punya saudara perempuan? Benarkah?" tanya Yoon-bi.
"Ye!" ucap Kyo Eun-ri.

Saat sedang mengobrol, Jong-seok akhirnya tiba di rumah makan tempat ibu dan calon ayahnya bertemu malam ini. Ibunya yang memintanya datang kesini untuk makan malam bersama.

"Nah, ini anak kandungku, namanya Park Jong-seok.
"Annyeohaseyo!" ucap Jung-seok.
"Anakmu semuanya ramah. Tidak seperti anakku yang susah beradaptasi dengan orang baru yang berkunjung ke rumahku," ucap Gi Nam-so.
"Perlahan dia bisa mengontrol emosinya, apalagi setelah bertemu dengan saudara barunya," ucap Kyo Eun-ri.
"Yoon-bi, bagaimana masa kecilmu dulu? Apa kamu bahagia tinggal di Incheon?" tanya Gi Nam-so.
"Mianhae, aku tidak ingat apa-apa tentang masa kecilku dan bagaimana aku bisa ada di Incheon. Aku tidak ingat siapa yang mengirimku ke panti asuhan. Ibu panti mengatakan bahwa aku mengalami amnesia dan hanya sebagian kecil dari ingatanku yang aku ingat, seperti namaku dan sifatku," ucap Yoon-bi.
"Mwe? Kamu bahkan tidak memberitahu eomma," ucap Kyo Eun-ri.
"Mianhae," ucap Yoon-bi.
"Yang penting, eomma senang bisa mengadopsimu sekarang," ucap Kyo Eun-ri.
"Gomawo!" ucap Yoon-bi.
"Gi Nam-so, apakah anak perempuanmu diadopsi dari panti asuhan?" tanya Kyo Eun-ri.
"Ye! Dia baru tinggal seminggu disana dan aku tertarik untuk mengadopsinya. Wajahnya yang lucu membuatku kasihan. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan," ucap Gi Nam-so.

Yoon-bi, Jong-seok, ibu, dan calon ayahnya melanjutkan makan malam mereka.

BERSAMBUNG.....

0 komentar:

Novel

You are You - 4

20:25 Melissa Dharmawan 0 Comments

"Appa, mau kemana?" tanya Yoon-na.
"Ada rapat sore ini. Setelah itu, appa sudah ada janji makan malam dengan calon ibu barumu," ucap Gi Nam-soo.
"Apakah aku perlu menunggu appa?" tanya Yoon-na.
"Tidak perlu, kamu tidur duluan saja. Kamu juga boleh bersenang-senang dengan temanmu malam ini. Appa akan pulang malam sekali," ucap Gi Nam-soo.
"Baiklah," ucap Yoon-na sambil menutup pintu rumah ketika ayahnya menaiki mobil.

Yoon-na masuk ke dalam rumah dan langsung mandi. Setelah mandi, dia membereskan meja belajarnya yang sudah terlalu berantakkan.

[Baek Yi-an]
Yoon-na, mau lihat aku bermain bulu tangkis? Aku sudah ada di depan rumahmu

Yoon-na menerima pesandari Yi-an dan tersenyum. Yoon-na membuka pagar rumahnya dan melihat Yi-an berdiri di depan pagar sambil membawa tas olahraganya.

"Yoon-na, ayo kita ke gedung olahraga," ucap Yi-an.
"Kamu kapan mengikuti perlombaan bulu tangkis antar sekolah?" tanya Yoon-na.
"Dua minggu lagi. Kamu pasti datang, kan?" tanya Yi-an.
"Ye!" jawab Yoon-na.

Yoon-na duduk di samping lapangan bulu tangkis dan melihat Yi-an berlatih bulutangkis bersama pelatih. Yoon-na suka menonton temannya itu bermain bulu tangkis dan selalu mendukungnya.

"Yi-an, semakin hari permainanmu semakin bagus," ucap pelatih.
"Kamsahamnida!" ucap Yi-an.

Yi-an mengambil kok dan raketnya, lalu berjalan mendekati Yoon-na yang sedang duduk di kursi samping.

"Kamu lapar? Mau temani aku makan?" tanya Yi-an.
"Mmm.." ucap Yoon-na sambil tersenyum.

Yoon-na dan Yi-an berjalan kaki bersama. Di sepanjang perjalanan, mereka asik mengobrol.

"Malam ini kamu sendirian?" tanya Yi-an.
"Ye! Appa pergi rapat, setelah itu makan malam dengan kekasihnya yang akan dinikahiya tahun depan," ucap Yoon-na.
"Pelayan di rumahmu tidak masak?" tanya Yi-an.
"Ani! Aku yang bilang kalau aku bosan makan sendirian di rumah," ucap Yoon-na.
"Mau makan bulgogi?" tanya Yi-an.
"Ye!" jawab Yoon-na.

***

Yoon-bi dan Jong-seok menaiki bis dan menuju kota Seoul. Mereka berdua ingin jalan-jalan berdua. Mereka bosan di rumah. Hari ini ibu mereka sedang ada janji makan malam dengan kekasihnya, sehingga mereka berdua bisa kabur untuk jalan-jalan sebelum ibunya pulang.

"Jong-seok, kamu janji ya, jangan sampai kita terlalu lama di kota ini dan membuat kita berdua dimarahi!" ucap Yoon-bi.
"Ye!" ucap Jong-seok saat turun dari bis.

Yoon-bi dan Jong seok berjalan bersama. Mereka berdua melewati depan rumah makna Tosokchon dan berdiri di depan rumah makan itu sebentar.

"Yoon-bi, mari kita mencari tempat makan!" ucap Jong-seok.
"Ye!" ucap Yoon-bi.
"Sebentar, tali sepatuku lepas," ucap Jong-seok.

Selama Jong-seok menikat tali sepatunya, Yoon-bi melihat ke arah rumah makan Tosokchon. Yoon-bi sangat kaget melihat seorang gadis yang ada di dalamnya. Wajah gadis itu mirip dengannya. Yoon-bi sampai berpikir, apa mungkin dia salah lihat. Tapi, dia tidak salah lihat. Yoon-bi memukul pipinya dan tetap melihat gadis yang mirip dengannya itu di dalam Tosokchon.

Yoon-bi berusaha mengingat. Apakah ia memiliki saudara kembar? Yoon-bi berpikir dan tak dapat menemukan jawaban di dalam pikirannya. Ingatannya masih hilang karena kecelakaan 7 tahun yang lalu.

"Hei, kenapa kamu memukuli pipimu?" tanya Jong-seok.
"Aku seperti melihat sesuatu yang aneh," ucap Yoon-bi.
"Apa itu?" tanya Jong-seok.
"Bukan apa-apa," ucap Yoon-bi.
"Ah, dasar aneh!" ucap Jong-seok.
"Ayo kita jalan lagi," ucap Yoon-bi.

Mereka berdua berjalan menelusuri Jongno-gu, sebuah daerah di Seoul. Jong-seok merangkul Yoon-bi.

"Jong-seok," ucap Yoon-bi sambil melepaskan rangkulan kakak angkatnya itu.
"Mueos?" tanya Jong-seok.
"Tidak perlu merangkulku seperti itu. Nanti orang-orang bisa salah sangka," ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi," ucap Jong-seuk.
"Mmm," ucap Yoon-bi sambil menunduk ke bawah.
"Nan dangsin-eul joh-ahaji," ucap Jong-seok tiba-tiba.
"Mwo? Kita ini kan keluarga!" ucap Yoon-bi.
"Tapi, aku sudah lama menyukaimu. Aku tidak butuh penerimaan darimu. Bisa melindungimu sudah membuatku bahagia," ucap Joong-seok.
"Gomawo," ucap Yoon-bi. Yoon-bi.

BERSAMBUNG.....

0 komentar:

Novel

You Are You - 3

22:14 Melissa Dharmawan 0 Comments

Seoul

"Gi Yoon-na! Ayo kita berangkat ke sekolah!" ucap Baek Yi-an.
"Aku bisa jalan sendiri!" ucap Yoon-na.
"Yoon-na, kita sudah berteman selama hampir 10 tahun. Kenapa kamu tiba-tiba menjauhiku belakangan ini?" tanya Yi-an.
"Mianhae, aku ingin pergi sendiri saja," ucap Yoon-na.

Yoon-na berjalan kaki menuju halte bus. Yi-an mengikuti Yoon-na dari belakang dan ingin menaiki bus yang sama. Saat Yoon-na menaiki sebuah bus yang lewat di depannya, Yi-an menaiki bus itu dari pintu belakang dan duduk di belakang Yoon-na.

[Baek Yi-an]
Jangan marah-marah sepert itu!
Senyum!

Yoon-na membaca pesan yang dikirim oleh Yi-an dan sedikit tersenyum. Sebenarnya, Yoon-na tidak membenci sahabatnya itu. Hanya saja, Yoon-na tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil lagi.

Yi-an mencolek pundak Yoon-na dan tersenyum dihadapannya. Yonn-na juga sedikit tersenyum dan tidak marah-marah lagi.

 "Baek Yi-an, bisa kita bicara sebentar?" tanya Yoon-na.

Yoon-na dan Yi-an duduk di sebuah kursi di lapangan sekolah dan berbicara sebentar. Yi-an selalu mendengarkan perkataan Yoon-na dan menjadi teman ceritanya sejak kecil.

"Ayah angkatku ingin menikah dengan wanita yang punya anak laki-laki. Aku tak yakin siap atau tidak untuk punya ibu baru. Aku lebih suka tinggal sendiri seperti ini," ucap Yoon-na.
"Yoon-na, sudah saatnya kamu tidak hidup sendiri lagi. Ayah angkatmu memang sibuk, Mungkin dengan punya saudara baru, kamu tidak akan sendiri lagi," ucap Yi-an.
"Yi-an, jika aku sedih, bolehkah aku memanggilmu?" tanya Yoon-na.
"Tentu!" ucap Yi-an.
"Gomawo!" ucap Yoon-na.

Yoon-na dan Yi-an berjalan bersama menuju kelas dan memasuki ruang kelas yang sama.

***

[Gi Yoon-na]
Bisa temani aku keluar sebentar? Aku ada di depann rumahmu.

[Baek Yi-an]
Ye!

Yi-an keluar dari kamarnya dan menuju depan rumahnya. Yoon-na sudah menunggunya sendirian.

"Apa yang membuatmu memanggilku jam segini?" tanya Yi-an.
"Aku semakin kepikiran mengenai saudara kembarku. Kamu ingat tentang Yoon-bi?" tanya Yoon-na.
"Ye! Kenapa tiba-tiba kamu memikirkannya?" tanya Yi-an.
"Firasatku mengatakan bahwa dia masih hidup. Dia masih ada di Korea. Aku ingin mencarinya," ucap Yoon-na.
"Kamu ingin mencarinya kemana?" tanya Yi-an.
"Entahlah, aku harus bisa bertemu dengannya. Kamu pasti kangen dengannya," ucap Yoon-na.
"Jika waktu bisa diputar, aku ingin mencegahnya mengendarai sepeda dan menyuruhnya untuk tetap di depan toko buah," ucap Yi-an.
"Aku yakin kalau kamu juga merindukannya," ucap Yoon-na.
"Semua waktuku yang aku berikan padanya tentu sangat berharga. Mungkin dia adalah cinta pertamaku waktu itu," ucap Yi-an.
"Baek Yi-an! Kita masih umur delapan tahun. Yang seperti itu tidak bisa disebut cinta pertama," ucap Yoon-na.
"Kamu jealous?" tanya Yi-an sambil mengelitiki pinggang Yoon-na.
"Ani!" ucap Yoon-na sambil mengelitiki pinggang Yi-an sebagai balasan.
"Yoon-na, mau keliling sebentar?" tanya Yi-an.
"Ye!" jawab Yoon-na.

Yoon-na dan Yi-an berkeliling sebentar. Mereka berdua berjalan kaki bersama melwati sungai Han. Sungai Han tampak indah di malam hari.

"Indahnya sungai Han pada malam hari!" ucap Yoon-na.
"Kamu senang melihatnya?" tanya Yi-an.
"Tentu!" ucap Yoon-na.

(Flashback)

Yi-an dan Yoon-bi berkeliling menaiki sepeda berdua. Yi-an mengendarai sepeda tepat di depan Yoon-bi agar Yoon-bi tidak tersesat.

"Yoon-bi, lihatlah! Pemandangan sangat indah," ucap Yi-an.
"Ini sungai Han? Ternyata indah sekali pada malam hari," ucap Yoon-bi.
"Kamu senang melihatnya?" tanya Yi-an.
"Tentu!" ucap Yoon-bi.
"Kalian?" tanya Yoon-na.
"Yoon-na, sedang apa disini?" tanya Yi-an.
"Aku sedang melihat sungai Han," ucap Yoon-na.
"Baiklah, mari kita pulang!" ucap Yi-an.

Tiga anak kecil itu pulang bersama menuju rumah masing-masing. Yoon-na dan Yoon-bi menaiki sepeda yang sama peperti biasa.

***

"Ah, kau teringat masa lalu ya?" tanya Yoon-na.
"Ya, masa kecilku dulu. Aku dan Yoon-bi sering kesini," ucap Yi-an.
"Yi-an, terima kasih sudah mau bersamaku selama ini dan menjadi teman dekatku," ucap Yoo-na.
"Aku akan selalu menjadi teman dekatmu!" ucap Yi-an.

BERSAMBUNG.....

0 komentar:

Novel

You Are You - 2

20:49 Melissa Dharmawan 0 Comments

"Yoon-bi, ini adalah ibu yang ingin mengadopsimu," ucap Kang Mi-ran.
"Annyeohaseo," ucap Yoon-bi di hadapan ibu itu.
"Nama saya Kyo Eun-ri," ucap ibu itu.
"Yoon-bi, ini adalah ibu baru kamu. Dia akan mengadopsimu. Silahkan berkemas-kemas," ucap Kang Mi-ran.
"Kamsahamnida!" ucap Yoon-bi.

Yoon-bi masuk ke dalam kamar untuk membereskan semua barang-barang yang dia miliki. Semua anak-anak di panti asuhan itu menatapnya dengan perasaan sedih.

"Eonni, apakah eonni akan kesini lagi?" tanya Soo-ri.
"Aku tidak tahu," ucap Yoon-bi.
"Eonni, kami akan merindukanmu," ucap Jae-sung sambil menangis.

Yoon-bi melambaikan tangannya dan keluar dari rumah panti asuhan itu. Yoon-bi menaiki mobil yang dikendarai oleh ibu barunya.

"Mari kita pulang!" ucap Kyo Eun-ri.

Yoon-bi menuju ke rumah barunya. Rumahnya tidak terlalu besar, tapi terlihat nyaman. Ibu angkat Yoon-bi membuka pintunya.

"Mari masuk!" ucap Kyo Eun-ri.

Yoon-bi masih malu-malu. Perlahan dia berjalan memasuk rumah itu. Ibu angkatnya langsung membawakan koper milik Yoon-bi menuju ke sebuah ruangan tak berpenghuni.

"Ini kamar kamu," ucap Kyo Eun-ri.
"Kamsahamnida, ajumeoni!" ucap Yoon-bi.
"Panggil saja eomma," ucap Kyo Eun-ri.
"Ye, eomma!" ucap Yoon-bi.
"Nah, itu kakakmu sudah pulang!" ucap Kyo Eun-ri.

Ibu angkat Yoon-bi membukakan pintu rumah untuk anak kandungnya yang baru pulang dari sekolah. Anak itu selalu ceria.

"Eomma!" ucap Jong-seok.
"Ayo masuk! Adik angkatmu sudah datang," ucap Kyo Eun-ri.
"Annyeoha..se..o," ucap Yoon-bi kaget.
"Yoon-bi?" tanya Jong-seok.
"Lho, kalian saling mengenal?" tanya Kyo Eun-ri.
"Kami satu kelas," ucap Jong-seok.
"Eomma! Eomma kenapa tidak cerita dulu sama aku?" tanya Jong-seok.
"Bukankah kamu yang pernah bilang, kalau kamu pingin punya adik perempuan?" tanya Kyo Eun-ri.
"Itu kan sudah lama," ucap Jong-seok.
"Annyeohaseo!" ucap Yoon-bi.
"Kenapa kamu tidak masuk ke sekolah?" tanya Jong-seok.
"Aku, aku merasakan sakit yang sangat dalam," ucap Yoon-bi sambil memegang dada kirinya.
"Tenang saja, aku akan membantumu dan membuat semua orang yang menindaasmu pergi," ucap Jong-seok.
"Gomawo!" ucap Yoon-bi.

***

Yoon-bi, Jong-seok, dan ibu mereka duduk bersama di sofa keluarga. Mereka mengobrol bersama.

"Jong-seok, eomma sudah memutuskan untuk menikah lagi tahun depan. Kalian akan punya ayah baru," ucap Kyo Eun-ri.
"Mueos? Dengan laki-laki yang pernah datang ke rumah ini? Kenapa?" tanya Jong-seok.
"Eomma dan pria itu saling mencintai. Kami jatuh cinta," ucap Kyo Eun-ri.

"Kalau eomma ingin seperti itu, apa boleh buat," ucap Jong-seok.


"Eomma, aku mau istirahat saja di kamar," ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi, kamu tidak ingin makan malam bersama?" tanya Kyo Eun-ri.
"Aku tidak lapar," ucap Yoon-bi.
"Kamu tetap harus makan! Jong-seok, nanti tolong antarkan makan malam ke kamar Yoon-bi," ucap Kyo Eun-ri.
"Ye!" jawab Jong-seok.

Jong-seok mengambilkan makan malam untuk Yoon-bi dan mengantarkan ke kamarnya. Jong-seok senang bisa dekat dengan gadis ini, karena Jong-seok ingin melindungi gadis rapuh ini.

"Yoon-bi!" ucap Jong-seok sambil mengetuk pintu.

Jong-seok membuka pintu kamar Yoon-bi dan masuk ke dalamnya. Yoon-bi langsung menghapus air matanya supaya Jong-seok tidak berpikir yang tidak-tidak.

"Makanlah," ucap Jong-seok.
"Gomawo," ucap Yoon-bi.

Jong-seok memeluk Yoon-bi dari belakang tubuh Yoon-bi yang sedang duduk di atas kasur. Perasaan Yoon-bi semakin membaik dengan kehadiran orang-orang yang ternyata sangat peduli padanya.

"Kalau ada masalah, ceritakan saja padaku!" ucap Jong-seok.
"Aku ingin mati saja," ucap Yoon-bi.
"Kamu ini bicara apa? Kalau kamu takut, kamu harus cari jalan keluar yang baik, jangan berpikir bahwa hidupmu sudah berakhir," ucap Jong-seok.
"Aku butuh orang-orang yang peduli padaku," ucap Yoon-bi.
"Tenang, ada aku disini," ucap Jong-seok.
"Gomawo, hyung!" ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi, kamu demam!" ucap Jong-seok.
"Jeongmal?" tanya Yoon-bi.
"Makanlah makanan ini! Aku akan ambilkan kain untuk mengompresmu," ucap Jong-seok.
"Gomawo!" ucap Yoon-bi.

BERSAMBUNG.....

0 komentar:

Novel

You Are You - 1

20:00 Melissa Dharmawan 0 Comments

Incheon, 7 tahun kemudian

"Yoon-bi, ajarkan kami matematika!" ucap Soo-ri.
"Baiklah! Siapa yang bisa mengerjakan soal perkalian?" tanya Yoon-bi.
"Aku!" ucap Jae-sung.
"Coba kerjakan soal ini di depan!" ucap Soo-ri.
"Ye, Yoon-bi eonni!" jawab Jae-sung.

Rainbow House adalah rumah yatim piatu yang terletak di Incheon. Yoon-bi sudah tinggal di tempat ini selama 7 tahun, tepatnya setelah ditemukan pingsan di sebuah jalanan karena kecelakaan. Yoon-bi merasa bahwa semua anak-anak yang tinggal di sini adalah keluarganya. Yoon-bi merasa bahagia bersamanya.

(Flashback)
"Astaga! Gadis ini terluka. Tak ada yang menolongnya," ucap Kang Mi-ran, pemilik Rainbow House.
"Ada apa?" tanya seorang pria.
"Anak ini terluka. Dia pingsan. Mungkin dia tertabrak oleh sebuah mobil di jalan ini," ucap Kang Mi-ran.
"Mari naik mobil saya! Kita bawa dia ke rumah sakit," ucap pria itu.

Sesampainya di rumah sakit, dokter memeriksa keadaan anak kecil itu. Luka yang dialaminya langsung di jahit.

"Bagaimana keadaan anak itu?" tanya Kang Mi-ran.
"Anak ini mengalami amnesia sebagian. Sebagiam dari memorinya hilang. Mungkin dia masih ingat siapa nama dia," ucap Dokter.
"Ah, kamsahamnida!" ucap Kang Mi-ran.

Kang Mi-ran memasuki ruang tempat anak itu dirawat dan duduk di samping kasurnya.

"Aku ada di mana?" tanya gadis itu.
"Kamu di rumah sakit. Kamu mengalami kecelakaan. Kamu ingat siapa namamu?" ucap Kang Mi-ran.
"Yoon-bi," ucap gadis itu.
"Kamu ingat dimana rumahmu?" tanya Kang Mi-ran.
"Aku tidak tahu dimana rumahku," ucap Yoon-bi.

Kang Mi-ran memeluk gadi itu dengan perasaan iba. Kang Mi-ran ingin merawat anak itu ketika dokter sudah memperbolehkan dia keluar dari rumah sakit.

"Yoon-bi, setelah kamu diperbolehkan pulang, bagaimana kalau kamu ikut saya saja? Kamu akan punya banyak teman di Rainbow House," ucap Kang Mi-ran.

"Aku ingin punya teman baru," ucap Yoon-bi.

***

"Yoon-bi, bisa bicara sebentar?" tanya Kang Mi-ran.
"Ye!" ucap Yoon-bi.

Yoon-bi duduk di depan meja kerja Kang Mi-ran, ibu asuh dari Yoon-bi.

"Ada apa bu?" tanya Yoon-hee.
"Yoon-hee, sebentar lagi memorimu akan kembali secara perlahan. Apa yang ingin kamu lakukan setelah itu? Aku dengar, ada seorang ibu yang ingin mengadopsimu. Kamu ingin memulai hari barumu dengan ibu itu?" tanya Kang Mi-ran.
"Ibu? Aku akan punya ibu? Bagaimana kala aku pikirkan dulu?" tanya Yoon-bi.
"Ye! Empat hari lagi ibu itu akan mengunjungi tempat ini," ucap Kang Mi-ran.
"Ye! Kamsahamnida," ucap Yoon-bi sambil berjalan meninggalkan ruagan Kang Mi-ran.

Yoon-bi masuk ke kamar untuk mengambil tasnya dan segera pergi menuju ke sekolah. Mau tidak mau, dia harus pergi ke sekolah setiap hari walau tidak punya teman dekat di sekolahnya. Semua temannya mengejeknya.

Sekolah menengah Seowoon memberikan beasiswa kepada beberapa anak yatim piatu, termasuk kepada Yoon-bi. Yoon-bi adalah siswi paling pintar di kelasnya, sehingga beasiswa datang padanya.

"Annyeohaseo!" ucap Yoon-bi.
"Lihat! Siapa yang sudah datang," ucap Hye-jin.
"Choi Hye-jin! Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku?" tanya Yoon-bi.
"Hei, anak yatim piatu!" ejek Ga-in.

Ga-in dan Hye-jin membawa Yoon-bi ke luar kelas menuju depan lapangan sekolah. Mereka berdua ingin mengerjai Yoon-bi lagi.

"Yoon bi!" ucap Hye-jin sambil mendorong kepala Yoon-bi ke belakang.
"Hye-jin," ucap Yoon-bi.
"Bilang saja kalau kamu pernah mencuri soal-soal ujian! Pantas saja, orang sepertimu bisa mendapat nilai 100 pada ujian matematika dan 95 pada fisika," ucap Hye-jin.
"Hye-jin," ucap Yoon-bi.
"Mau mengelak?" tanya Hye-jin.

Hye-jin mengambil botol air yang dipegang oleh Ga-in dan menyiram wajah Yoon-bi. Tiba-tiba, seorang anak laki-laki melihatnya dan mendatanginya.

"Hei, Choi Hye-jin!" ucap Jong-seok.
"Oops!" ucap Hye-jin di depan Yoon-bi.
"Yoon-bi, kamu tidak apa-apa?" tanya Jong-seok.
"Jong-seok!" ucap Hye jin.

Lee Yoon-bi langsung berlari meninggalkan Hye-jin, Ga-in, dan Jong-seok. Jong-seok mengejar Yoon-bi dan ingin melindunginya.

"Apa yang dia lakukan denganmu?" tanya Jong-seok.
"Gwaenchanh-a!" ucap Yoon-bi.
"Yoon-bi!" ucap Jong-seok sambil memberikan sebuah kantong plastik untuknya.
"Baju olahraga?" tanya Yoon-bi.
"Pakailah! Nanti kamu masuk angin kalau memakai seragam yang basah," ucap Jong-seok.
"Gomawo," ucap Yoon-bi.

BERSAMBUNG.....

0 komentar: